Kamis, 27 Januari 2011

MEMANEN BUAH TANAMAN TERONG HIJAU DAN TERONG UNGU

1. KRITERIA BUAH TERONG SIAP UNTUK DI PANEN
Sebenarnya,kriteria buah terong yang siap untuk dipanen adalah sesuai dengan varietas asalnya.Tetapi sebagai gambaran umum,kriteria buah terong yang siap untuk dipanen adalah sbb.
a. Untuk terong hijau yang jenisnya lonjong
1. Bentuk buahnya memanjang (lonjong)
2. Buah terisi penuh
3. Daging buah belum keras
4. Warna kulit buah hijau cerah dan mengkilat ada pula yang agak putih (sesuai varietas)
5. Buah kelihatan segar
6. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil
7. Ujung buah agak membulat tetapi tidak membulat penuh dan sedikit meruncing (sesuai varietas)
b. Untuk terong hijau yang jenisnya bulat
1. Buah berbentuk bulat agak lonjong
2. Buah terisi penuh
3. Daging buah belum keras
4. Warna kulit buah hijau mengkilat ada pula yang agak putih (sesuai varietas)
5. Buah kelihatan segar
6. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil
7. Bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan
8. Warna daging masih putih bersih
9. Ujung buah membulat bahkan membulat penuh (sesuai varietas)
c. Untuk terong ungu yang jenisnya lonjong
1. Bentuk buahnya memanjang (lonjong)
2. Buah terisi penuh
3. Daging buah belum keras
4. Warna kulit buah ungu cerah dan mengkilat
5. Buah belum berwarna kecoklatan
6. Buah kelihatan segar
7. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil
8. Ujung buah agak membulat tetapi tidak membulat penuh dan sedikit meruncing (sesuai varietas)
d. Untuk terong ungu yang jenisnya bulat ,maka
1. Buah berbentuk bulat agak lonjong
2. Buah terisi penuh dan
3. Daging belum keras
4. Warna kulit buah ungu mengkilat
5. Buah belum berwarna kecoklatan
6. Buah kelihatan segar
7. Ukuran tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil
8. Bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan
9. Warna daging buah masih putih bersih
10. Ujung buah membulat bahkan membulat penuh (sesuai varietas)

2. CARA / TEKNIK PEMANENAN BUAH TERONG
Pada terong hijau lonjong / bulat maupun terong ungu lonjong / bulat,cara / teknik pemanenannya adalah sama yaitu dengan cara memotong bagian pangkal tangkai buah.Atau bisa juga kira kira 1,5 cm dari pangkal tangkai buah untuk mempercepat pekerjaan pada penanganan pasca panennya.
Pemanenan dilakukan dengan menggunakan alat yang tajam.Fungsi dari alat yang tajam antara lain adalah merapikan bekas potongan supaya rajin serta tidak menambah luka pada bagian tanaman sehingga tidak menambah luka pada bagian sayatan sehingga tidak menimbulkan efek sekunder.Selain itu juga untuk mencegah terjadinya kerontokan bunga lain saat buah dipetik / dipanen.

3. ALAT DAN BAHAN DALAM PEMANENAN BUAH TERONG
Alat yang digunakan dalam proses memanen buah tanaman terong adalah:
• Pisau atau gunting stek
Pisau atau gunting stek dalam keadaan tajam sebagai alat untuk memotong tangkai buah
• Bak / karung
Bak / karung sebagai tempat buah pada saat buah dipanen dan sebagai wadah saat pengangkutan dari lahan ke tempat penanganan pasca panennya.

4. WAKTU UMUR PANEN BUAH TERONG
Untuk umur tanaman siap untuk dipanen adalah tergantung dari varietasnya sendiri walaupun ada variatas terong yang bisa dipanen pada umur 2 bulan.Tetapi biasanya adalah setelah umur 2,5 - 3 bulan.
Pemanenan juga harus mempertimbangkan pula lama pengangkutannya.Sebaiknya buah dipetik dalam keadaan lebih muda tetapi bijinya belum keras dan struktur daging buahnya belum liat.Bila buah akan diangkut dalam jangka waktu yang lama maka buah dipetik sebelum masak tetapi sudah tampak barnas (berisi).

5. ROTASI PANEN
Rotasi panen dapat dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik atau seminggu dua kali sehingga total dalam satu musim dapat dilakukan 8 kali panen dengan potensi jumlah buah per tanaman bisa mencapai 18 buah.

6. WAKTU PANEN
Waktu pemanenan yang paling tepat pagi atau sore hari.Waktu pemanenan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dipanen.Dianjurkan panen tidak dilakukan pada siang hari karena dila dilakukan pada siang hari akan memutuskan proses fotosintesis yang sedang berlangsung,sehingga proses pembentukan zat gizinya akan terganggu yang dapat mengakibatkan kadar gizi dari buah yang dipanen pada siang hari lebih rendah daripada buah yang dipanen pada siang hari.Selain itu,sinar terik dari matahari dapat mengakibatkan kerusakan pada buah berupa mengeriputnya kulit buah yang dapat menurunkan kwalitas / mutu dari buah yang dipanen.Juga tidak dianjurkan melakukan panen pada malam hari karena dapat mempersulit pemanen itu sendiri saat proses pemanenan.
Pemanenan hendaknya dilakukan pada siang hari saat cuaca cerah/tidak hujan.Sebab air hujan yang membasahi buah yang dipanen dapat menyebabkan buah cepat rusak setelah dipanen,sehingga dapat mempengaruhi kwalitas buah yang dipanen.Pemanenan dilakukan pagi hari karena tanaman belum melakukan fotosintesis secara optimal/besar besaran atau sore hari karena tanaman sudah memproduksi zat gizi pada siang harinya.

7. PENGANGKUTAN BUAH TERONG
Pengangkutan buah terong dari lahan menuju ke tempat penanganan pasca panen dapat dilakukan dengan cara memasukkah buah terong yang telah dipanen ke dalan bak atau karung yang ditata rapi di dalamnya dan diikat pada bagian ujung karung (bila menggunakan karung) lalu di angkut ke tempat penanganan pasca panen dengan gerobag atau mobil yang sebelumnya karung karung atau bak bak tersebut ditata rapi pada mobil atau gerobag.

8. PENANGANAN PASCA PANEN BUAH TERONG
Penanganan pasca panen baik terong hijau maupun terong ungu adalah:
• Memotong setengah dari tangkai buah agar mudah dalam pembungkusan atau pengemasan.Bila perlu kadan dipotong sampai habis.
• Membersihkan bagian luar buah dari kotoran atau tanah yang menempel pada kulit buah dengan menggunakan kain atau lap yang telah dibasahi dengan air.
• Mengemas buah dalam plastik bila akan dijual langsung kepada konsumen atau ditata rapi di dalam karung bila akan dijual ke pasar atau padagang pengepul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar