Rabu, 26 Januari 2011

ALAT MUAT , ALAT ANGKUT , DAN GUDANG PENYIMPANAN BUAH TANAMAN KOPI


A. ALAT MUAT
Alat muat / pemuatan untuk memuat buah tanaman kopi baik itu alat muat pada saat panen berlangsung maupun alat muat untuk pengangkutannya adalah sebagai berikut :
1. Keranjang Anyaman Bambu ( Tenggok )
Keranjang bambu atau dalam bahasa jawa disebut tenggok merupakan salah satu alat yang sering digunakan oleh petani kopi sebagai wadah untuk tempat memuat buah tanaman kopi yang dipetik.Keranjang bambu / tenggok berukuran bermacam macam,mulai dari ukuran terkecil sampai besar seperti pada keranjang yang sering digunakan oleh para pemetik daun teh.Keranjang bambu / tenggok ini sering dipakai / digunakan para petani kopi jaman dulu sebelum munculnya ember atau timba dari bahan plastic walaupun sampai saat inipun masih banyak dari para petani yang menggunakannya.

2. Ember Plastik
Seiring dengan perkembangan jaman,berkembang pulalah berbagai macan alat yang digunakan untuk alat muat buah kopi.Ember berbahan plastik kini sangat banyak dijumpai di pasaran.Alat muat satu ini sering digunakan oleh petani kopi jaman sekarang.Kebanyakan petani beralih dari manggunakan keranjang bambu menggunakan ember plastic sebagai alat muat buah kopi.Fungsi dari alat ini sama dengan keranjang bambu / tenggok.Keunggulan dari alat ini antara lain adalah lebih kuat,lebih ringan,lebih mudah dibawa dan juga umur / jangka waktu pemakaiannya lebih lama karena bersifat tahan air.Alasan lainnya adalah lebih mudah,murah dan lebih praktis. 

3. Karung Plastik
Alat muat ini lebih sering digunakan untuk memuat buah kopi yang masih basah ( baru dipanen ).Selain lebih ringan,alat muat ini tidak cepat rusak bila terkena air sehingga banyak dari petani kopi yang menggunakannya.Karung plastic ini digunakan hanya sebatas untuk memuat buah kopi yang baru dipanen dan sebagai alat muat pada saat buah kopi diangkut dari kebun ke tempat pengolahan/ tempat penanganan pasca panen sebelum akhirnya disimpan / diolah.

4. Karung Goni
Sampai saat ini penggunaan karung goni sebagai alat pemuatan buah kopi saat penyimpanan masaih banyak dilakukan.Selain bersifat menyerap air,juga sirkulasi udara dari luar kedalam kerung tidak terlalu besar dan juga bersifat hangat karena bahannya yang tebal sehingga dapat memperpanjang masa penyimpanan biji kopi baik dalam bentuk kopi kering maupun kopi beras. 

B. ALAT ANGKUT
Alat angkut / pengangkutan untuk tanaman kopi dari lahan ke tempat penanganan pasca panen adalah sebagai berikut :
1. Angkong
Angkong merupakan gerobak kecil beroda satu di bagian depan dan dua penyangga di bagian belakang.Alat ini digunakan untuk mengangkut buah kopi yang dipanen dan yang telah dimuat dalam karung plastic untuk memperlancar pengangkutan dari lahan ke tepian lahan / tempat penampungan sementara.Angkong juga digunakan di tempat pengolahan sebagai alat angkut dari tempat penjemuran ke gudang penyimpanan.Angkong hanya dapat memuat buah kopi yang jumlahnya relatif sedikit tidak seperti gerobak.Angkong dilahan kadang tidak digunakan karena banyak petani yang berskala kecil hanya menggunakan tenaganya untuk mengangkut kopi dari lahan ke tempat penampungan sementara.
2. Gerobak
Gerobak merupakan alat angkut yang berukuran lebih besar daripada angkong.Gerobak dapat membawa beban yang lebih besar karena didukung dua roda dan dua atau satu penyangga di belakang.Fungsinya sama dengan angkong haya saja ia dapat memuat dengan jumlah yang lebih besar.Gerobak biasanya terbuat dari besi atau seng dan kayu. 
3. Mobil Bak Terbuka ( Pick Up / Colt )
Mobil jenis ini tidak hanya digunakan untuk mengangkut buah kopi tetapi juga dapat digunakan untuk memuat buahan ataupun sayuran ataupun jenis barang lain.Mobil jenis ini mampu memuat 10 kali lebih besar dari beban yang dibawa oleh gerobak bahkan lebih,dan mobil jenis ini biasanya digunakan untuk mengangkut kopi dalam jarak yang dekat karena tidak didukung oleh tenaga yang besar walaupun terkadang ada yang menggunakannya dalam jarak yang cukup jauh. 
4. Truk
Sampai saat ini penggunaan truk sebagai alat pengangkutan barang terutama hasil pertanian masih banyak dilakukan,termasuk untuk mengangkut kopi.Truk memiliki kapasitas dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan mobil bak terbuka.Penggunaan truk biasanya dilakukan oleh perkebunan kopi skala besar / perusahaan karena lebih muat banyak,tenaga mesin lebih besar sehingga efisien waktu.Truk juga digunakan untuk mengangkut buah kopi dalam jarak yang relatif jauh misalnya antar pulau.Biasanya kopi yang diangkut ke luar pulau adalah dalam bentuk kopi kering. 


C. GUDANG PENYIMPANAN BIJI KOPI
Buah kopi dapat disimpan dalam bentuk buah kopi kering atau buah kopi parchment kering yang membutuhkan kondisi penyimpanan yang sama. Biji kopi KA air 11 % dan RH udara tidak lebih dari 74 %. Pada kondisi tersebut pertumbuhan jamur (Aspergilus niger, A. oucharaceous dan Rhizopus sp) akan minimal.
Di Indonesia kopi yang sudah diklasifikasi mutunya disimpan didalam karung goni dan dijahit zigzag mulutnya dengan tali goni selanjutnya disimpan didalam gudang penyimpanan. ( lihat gambar C )
Syarat gudang penyimpanan kopi :
1. Gudang mempunyai ventilasi yang cukup.
2. Suhu gudang optimum 20°C-25°C.
3. Gudang harus bersih, bebas dari hama penyakit serta bau asing.
4. Karung ditumpuk di lantai yang diberi alas kayu setinggi 10 cm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar